cool hit counter

PWM DI Yogyakarta - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM DI Yogyakarta
.: Home > Artikel

Homepage

DINAMIKA IDEOLOGISASI GENDER DALAM KEPUTUSAN-KEPUTUSAN RESMI MUHAMMADIYAH

.: Home > Artikel > PWM
25 April 2019 21:24 WIB
Dibaca: 129
Penulis : Siti Ruhaini Dzuhayatin

sampul buku Rezim Gender Muhammadiyah, karya Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin

 

 

DINAMIKA IDEOLOGISASI GENDER DALAM KEPUTUSAN-KEPUTUSAN RESMI MUHAMMADIYAH

 

Siti Ruhaini Dzuhayatin

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

ruhainidz@yahoo.co.id

 

 

Abstract

 

Gender is one of the core dimensions upholds the collective identity which is noticeably pertinence to the context of Muhammadiyah known as the modern Islamic organization in Indonesia. As the continuum of the above selection of dimensions, gender ideology of Javanese priyayi which reflects senior-junior partnership is made available as the stock of knowledge for its identity, not only governs the micro-context of family relation but more obviously operates as the backbone structure of the organization. The endurance of such a structure is laid by the background of its founders who were mainly the elites of the Javanese santri-priyayi in its inception era and politically sustained by the macro-structure of the Indonesian state which has been primarily dominated by the Javanese priyayi . This reciprocal influence is made possible for such a gender regime to operate within this organization over a hundred year existence with the legitimacy of religious teachings which is arbitrarily a selective mechanism of normative ground.

 

Kata Kunci: Gender, Idiologi Muhammadiyah, Santri, Priyayi.

 

 

Abstrak
 
Gender adalah salah satu dimensi inti yang menjunjung tinggi identitas kolektif yang secara nyata berkaitan dengan konteks Muhammadiyah yang dikenal sebagai organisasi Islam modern di Indonesia. Sebagai rangkaian dari pemilihan dimensi di atas, ideologi gender priyayi Jawa yang mencerminkan kemitraan senior-junior tersedia sebagai stok pengetahuan untuk identitasnya, tidak hanya mengatur konteks mikro hubungan keluarga tetapi lebih jelas beroperasi sebagai tulang punggung struktur organisasi. Daya tahan struktur semacam itu diletakkan oleh latar belakang para pendirinya yang sebagian besar adalah elit santri-priyayi Jawa pada masa permulaannya dan secara politis didukung oleh struktur makro negara Indonesia yang didominasi oleh priyayi Jawa. . Pengaruh timbal balik ini dimungkinkan bagi rezim gender semacam itu untuk beroperasi dalam organisasi ini selama lebih dari seratus tahun dengan legitimasi ajaran agama yang sewenang-wenang merupakan mekanisme selektif dari tanah normatif.

 

Kata Kunci: Gender, Idiologi Muhammadiyah, Santri, Priyayi.

 

 

baca paper lengkap (44 halaman) di SINI

 

atau unduh DISINI

 


Tags: ideologisasiGender , Keputusan-KeputusanMuhammadiyah

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website